<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"><channel><title>Blog by Muhammad Farid Zia</title><description>Kumpulan artikel, eksperimen teknis, dan pemikiran seputar web development serta arsitektur software.</description><link>https://blog.muhfaridzia.live/</link><language>id-ID</language><item><title>Membangun Blog Pribadi: Mengapa Saya Memilih Astro dan Pendekatan Zero-JS</title><link>https://blog.muhfaridzia.live/id/posts/membangun-blog-pribadi-dengan-astro/</link><guid isPermaLink="true">https://blog.muhfaridzia.live/id/posts/membangun-blog-pribadi-dengan-astro/</guid><description>Alasan saya membangun blog ini dari awal dengan Astro, Tailwind CSS v4, dan i18n native—mengutamakan kecepatan baca, kesederhanaan arsitektur, dan tipografi editorial.</description><pubDate>Wed, 02 Sep 2026 00:00:00 GMT</pubDate></item><item><title>Frontend Fatigue di Era AI: Menavigasi Kebisingan dan Menjaga Esensi Rekayasa</title><link>https://blog.muhfaridzia.live/id/posts/frontend-fatigue-di-era-ai/</link><guid isPermaLink="true">https://blog.muhfaridzia.live/id/posts/frontend-fatigue-di-era-ai/</guid><description>Dulu kelelahan frontend datang dari pergantian framework setiap pekan. Kini di era AI, muncul tantangan baru: ledakan boilerplate kode dan pentingnya mempertahankan engineering judgment.</description><pubDate>Fri, 28 Aug 2026 00:00:00 GMT</pubDate></item></channel></rss>